KISI-KISI
UTS MESIN KONVERSI ENERGI
Topik: Review Termodinamika
1.
Jelaskan tentang sistem, lingkungan dan universe!
Sistem adalah benda atau sekumpulan apa
saja yang akan diteliti atau diamati dan menjadi pusat perhatian. Sedangkan
lingkungan adalah benda-benda yang berada
diluar dari sistem tersebut.
Sistem
bersama dengan lingkungannya disebut dengan semesta atau universal.
Batas adalah perantara dari sistem dan
lingkungan.
Contohnya
adalah pada saat mengamati sebuah bejana yang berisi gas, yang dimaksud dengan
sistem dari peninjauan itu adalah gas tersebut sedangkan lingkungannya adalah
bejana itu sendiri.
2.
Jelaskan jenis-jenis sistem dan berikan
contohnya!
Jenis-jenis
sistem
1) Sistem terbuka
Sistem
yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda
(materi) dengan lingkungannya. Sistem terbuka ini meliputi peralatan yang
melibatkan adanya aliran massa kedalam atau keluar sistem
seperti
pada kompresor, turbin, nozel dan motor bakar.
Sistem
mesin motor bakar adalah ruang didalam silinder mesin, dimana campuran bahan
bahan bakar dan udara masuk kedalam silinder, dan gas buang keluar sistem. Pada
sistem terbuka ini, baik massa maupun energi dapat melintasi batas sistem yang
bersifat permeabel. Dengan demikian, pada sistem ini volume dari sistem tidak
berubah sehingga disebut juga dengan control volume.
Perjanjian
yang kita gunakan untuk menganalisis sistem adalah
Untuk
panas (Q) bernilai positif bila diberikan kepada sistem dan bernilai negatif
bila keluar dari sistem
Untuk
usaha (W) bernilai positif apabila keluar dari sistem dan bernilai negatif bila
diberikan (masuk) kedalam sistem.
2) Sistem tertutup
Sistem
yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak
terjadi pertukaran zat dengan lingkungan. Sistem tertutup terdiri atas suatu
jumlah massa yang tertentu dimana massa ini tidak dapat melintasi lapis batas
sistem. Tetapi, energi baik dalam bentuk panas (heat) maupun usaha (work) dapat
melintasi lapis batas sistem tersebut. Dalam sistem tertutup, meskipun massa
tidak dapat berubah selama proses berlangsung, namun volume dapat saja berubah
disebabkan adanya lapis batas yang dapat bergerak (moving boundary) pada salah
satu bagian dari lapis batas sistem tersebut.
Contoh
sistem tertutup adalah suatu balon udara yang dipanaskan, dimana massa udara
didalam balon tetap, tetapi volumenya berubah dan energi panas masuk kedalam
masa udara didalam balon.
Sebagaimana
gambar sistem tertutup dibawah ini, apabila panas diberikan kepada sistem
(Qin), maka akan terjadi pengembangan pada zat yang berada didalam sistem.
Pengembangan ini akan menyebabkan piston akan terdorong ke atas (terjadi Wout).
Karena sistem ini tidak mengizinkan adanya keluar masuk massa kedalam sistem
(massa selalu konstan) maka sistem ini disebut control mass.
Suatu
sistem dapat mengalami pertukaran panas atau kerja atau keduanya, biasanya
dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:
Pembatas adiabatik:
tidak memperbolehkan pertukaran panas.
Pembatas
rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
Dikenal
juga istilah dinding, ada dua jenis dinding yaitu dinding adiabatik dan dinding
diatermik. Dinding adiabatik adalah dinding yang mengakibatkan kedua zat
mencapai suhu yang sama dalam waktu yang lama (lambat). Untuk dinding adiabatik
sempurna tidak memungkinkan terjadinya pertukaran kalor antara dua zat.
Sedangkan dinding diatermik adalah dinding yang memungkinkan kedua zat mencapai
suhu yang sama dalam waktu yang singkat (cepat).
3) Sistem terisolasi
Sistem
yang mengakibatkan tidak terjadinya pertukaran panas, zat atau kerja dengan
lingkungannya.
Contohnya
: air yang disimpan dalam termos dan tabung gas yang terisolasi.
Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat
terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit
pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam
analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang
keluar dari sistem.
Karakteristik
yang menentukan sifat dari sistem disebut property (koordinat sistem/variabel
keadaan sistem), seperti tekanan (p), temperatur (T), volume (v), masa (m),
viskositas, konduksi panas dan lain-lain. Selain itu ada juga koordinat sistem
yang didefinisikan dari koordinat sistem yang lainnya seperti, berat jenis,
volume spesifik, panas jenis dan lain-lain. Suatu sistem dapat berada pada
suatu kondisi yang tidak berubah, apabila masing-masing jenis koordinat sistem
tersebut dapat diukur pada semua bagiannya dan tidak berbeda nilainya. Kondisi
tersebut disebut sebagai keadaan (state) tertentu dari sistem, dimana sistem
mempunyai nilai koordinat yang tetap. Apabila koordinatnya berubah, maka
keadaan sistem tersebut disebut mengalami perubahan keadaan. Suatu sistem yang
tidak mengalami perubahan keadaan disebut sistem dalam keadaan seimbang
(equilibrium).
Sumber:
3.
Jelaskan tentang energi, exergi dan entropi!
Energi adalah besaran fisik skalar yang menggambarkan jumlah kerja yang dapat
dilakukan oleh suatu gaya
entropy adalah satu ukuran yang menyatakan jumlah
energi dalam suatu sistem fisik yang tidak dapat digunakan untuk melakukan
kerja.
Eksergi dari suatu sistem adalah kerja maksimum yang dapat dilakukan dalam
suatu proses yang membawa sistem ke keadaan keseimbangan dengan suatu reservoir
panas (heat reservoir).
4.
Jelaskan jenis-jenis energi sebuah sistem, yaitu
energi makroskopik dan mikroskopik!
Energy
makroskopik adalah Sistem yang terdiri dari “banyak” partikel (elektron, atom,
molekul, foton atau penyusun yang lainnya)
Contoh:
familiar Gas, cairan, padatan, dll sistem inti, sistem otak, sistem galaksi,
dll
Energi makroskopik adalah keberadaan energi ditandai dari
posisinya terhadap lingkungannya atau terhadap suatu referensi yang ditentukan.
Contoh bentuk energi makroskopik adalah energi kinetik (KE) dan energi
potensial (PE).
Keberadaan energi mikroskopik ditentukan oleh struktur internal
dari= zat pembawa energi sendiri dan tidak tergantung kepada lingkungannnya,
yaitu struktur dan gerakan molekul zat tersebut. Energi mikroskopik ini disebut
sebagai energi internal (U).
Topik: Motor Pembakaran Dalam
1.
Jelaskan
definisi motor pembakaran dalam yang pernah saya jelaskan!
Motor pembakaran
dalam Adalah mesin yang memanfaatkan fluida kerja/gas panas hasil pembakaran
dimana antara medium yang memanfaatkan fluida kerja dengan fluida kerjanya
tidak terpisahkan oleh dinding pemisah
2.
Jelaskan
mekanisme konversi energi dalam mesin pembakaran dalam, jelaskan juga
kerugian-kerugian energinya!

3.
Jelaskan
perbedaan mesin pembakaran dalam tipe spark ignition dan compression
ignition!
Motor compression
ignition:
·
bahan bakar solar
·
getaran mesin besar
·
metode pemberian bahan
bakar dengan pompa bahan bakar dan pengabut
·
metode pengapian
adalah pengapian sendiri
·
bentuk ruang bakar
cukup rumit
·
pembentukan campuran
terjadi setelah kompresi
·
perbandingan kompresi
15 - 30 kg/ cm 2
·
proses pembakaran
adalah proses sabathe
motor tipe spark ignition:
·
bahan bakar yang
digunakan adalah bensin
·
getaran mesin halus
·
metode pemberian bahan
bakar menggunakan karburator
·
metode pengapian
dengan loncatan bunga api listrik sederhana
·
bentuk ruang bakar
sederhana
·
pembentukan campuran
terjadi sebelum kompresi
·
perbandingan kompresi
6 - 12 kg/cm2
·
proses pembakaran
adalah proses otto
4.
Jelaskan
perbedaan mesin pembakaran dalam 2 langkah dan 4 langkah!
Ø Mesin/ motor
4 tak disebut juga
mesin 4 langkah (four-stroke
engine). Pada mesin ini satu
siklus terdapat 4 kali langkah piston, 2
ke atas dan 2 ke bawah (lihat
gambar 1.c1.a dan b).Sehingga dalam
satu siklusnya tercapai dalam 2
putaran poros engkol. Mesin 4 tak
memiliki ciri khas
menggunakan katup masuk
(inlet
valve) dan katup
buang (exhaust valve) untuk
mendukung siklus
kerjanya. Prinsip
mesin ini digunakan
pada mesin bensin dan
mesin
diesel.
Ø Motor 2 tak disebut
juga mesin 2
langkah
. Pada mesin ini satu siklus
terdapat 2 kali langkah piston
ke atas
dan 1 ke bawah (lihat
gambar 1.c2.). Sehingga
dalam satu
siklusnya tercapai dalam 1
putaran poros engkol. Ciri khusus mesin 2 takadalah adanya saluran yang
terdapat pada
dinding silinder,
sehingga satu kali
langkah piston akan berpengaruh
terhadap fungsi saluran
tersebut. Gambar 1.c2. diatas adalah contoh
mesin 2
tak yang memanfaatkan
ruang engkol sebagai
bagian aliran
bahan bakar
(mesin bensin), sedangkan
mesin diesel tidak
menggunakan ruang
engkol sebagai saluran
karena bahan bakar
masuk dengan
cara disemprotkan ke
dalam silinder. Mesin
diesel 2
tak dilengkapi
dengan katup buang,
dan tidak menggunakan
katup
masuk.
5.
Jelaskan
prinsip kerja mesin pembakaran dalam tipe spark ignition beserta
siklus termodinamikanya!

Langkah ke 1[sunting | sunting sumber]
Piston
bergerak dari TMA ke TMB, posisi katup masuk terbuka dan katup keluar tertutup,
mengakibatkan udara (mesin diesel) atau gas (sebagian besar mesin bensin)
terhisap masuk ke dalam ruang bakar. Proses udara atau gas sebelum masuk ke
ruang bakar dapat dilihat pada sistem pemasukan.
Langkah ke 2[sunting | sunting sumber]
Piston
bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup masuk dan keluar tertutup, mengakibatkan
udara atau gas dalam ruang bakar terkompresi. Beberapa saat sebelum piston
sampai pada posisi TMA, waktu penyalaan (timing ignition) terjadi (pada
mesin bensin berupa nyala busi sedangkan pada mesin diesel berupa semprotan
(suntikan) bahan bakar).
Langkah ke 3[sunting | sunting sumber]
Gas
yang terbakar dalam ruang bakar akan meningkatkan tekanan dalam ruang bakar,
mengakibatkan piston terdorong dari TMA ke TMB. Langkah ini adalah proses yang
akan menghasilkan tenaga.
Langkah ke 4[sunting | sunting sumber]
Piston
bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup masuk tertutup dan katup keluar terbuka,
mendorong sisa gas pembakaran menuju ke katup keluar yang sedang terbuka untuk
diteruskan ke lubang pembuangan.
Tahap-tahap dalam gambar di atas
dapat dijelaskan sebagai berikut;
1. Tahap
pengapian (ignition), pada
tahapan ini dimulai
dengan
percikan api
listrik dari busi pada
beberapa derajat sebelum
TMA
(misal: 8⁰). Dalam hal
ini delapan derajat
berarti angka ignition
timing. Percikan
api busi merupakan
titik awal terjadinya
pembakaran.
2. Tahap perambatan api (flame propagation),
titik api dari percikan
busi kemudian
membakar campuran udara
dan bahan bakar.
Pembakaran dengan
cepat merambat dan
menyebar ke seluruh
ruang bakar diikuti kenaikan
temperatur dan tekanan. Peristiwa ini
terjadi sampai piston meninggalkan
TMA.
3. Tahap
tekananan pembakaran maksimal
(maximum combustion
pressure), pada
tahap ini bisa
dikatakan semua campuran
bahan
bakar dan udara telah terbakar.
Temperatur dan tekanan di ruang
bakar bernilai
cukup tinggi pada titik 3
kira-kira 10⁰ setelah TMA
(lihat gambar
2.a.), sehingga kedudukan
piston yang telah
meninggalkan TMA
akan terdorong menuju
TMB dengan
membawa energi yang besar.
4. Tahap
akhir pembakaran (end
of combustion),seiring dengan
gerakan piston ke TMB maka ruang
dalam silinder akan bertambah
volumenya. Campuran
bahan bakar dan
udara hampir semuanya
terbakar sehingga energi panas
mulai berkurang, selain itu
energi
panas juga berpindah ke
dinding mesin maupun
fluida pendingin.
Akibat dari
peristiwa tersebut adalah
terjadi penurunan tekanan
dalam silinder.

6.
Jelaskan
prinsip kerja mesin pembakaran dalam tipe compression ignition
beserta siklus termodinamikanya!
pada
mesin
diesel hanya
udara murni yang
bersamaan langkah
hisap, kemudian dikompresikan
perbandingan kompresi
tinggi sehingga
naik sangat tinggi
diinjeksikan ke ruang bakar
sehingga terjadi pembakaran.
pembakaran mesin
dikenal pula
mesin
engine). Proses
pembakaran pada mesin
beberapa tahap seperti dalam
Proses pembakaran mesin diesel
Berbeda dengan
siklus pada mesin
bensin, maka pada
mesin
diesel hanya
udara murni yang
masuk mengikuti volume
silinder
bersamaan langkah
hisap, kemudian dikompresikan
perbandingan kompresi
tinggi sehingga temperatur
udara kompresi
naik sangat tinggidi atas titik
nyala (flash point)solar. Setelah itu solar
diinjeksikan ke ruang bakar
sehingga terjadi pembakaran.
pembakaran mesin
diesel menggunakan panas
udara kompresi
dikenal pula
mesin diesel sebagai
CI Engine (compression
. Proses
pembakaran pada mesin
diesel

Proses pembakaran pada mesin
diesel dibagi menjadi 4 tahap :
1. Tahap pembakaran tertunda (Ignition Delay)= A - B adalah tahap
dimana bahan
bakar yang diinjeksikan
baru bercampur dengan
udara agar terbentuk campuran
yang homogen.
2. Tahap perambatan api (Flame propagation)= B -
C , pada tahap ini
terjadi pembakaran
di beberapa tempat yang
menyebabkan
terjadinya letupan api yang
mengakibatkan kenaikan tekanan dan
temperatur secara drastis.
3. Tahap
pembakaran langsung (Direct
Combustion) = C - D ,
Pada
phase ini, bahan bakar yang
diinjeksikan langsung terbakar.
4. Tahap
pembakaran lanjut (After
Burning) = D - E ,
Pada tahap ini
membakar sisa
campuran bahan bakar
dan udara yang
belum
terbakar.

7.
Jelaskan
tentang cc mesin!
Kapasitas mesin adalah volume dari semua
piston di dalam silinder mesin pembakaran dalam,
yang diukur dari satu pergerakan maksimum dari atas ke bawah. Biasanya
dinyatakan dengan menggunakan satuan sentimeter kubik (cc), liter (l), atau inchi kubik(CID)
di pasar Amerika
Utara. Kapasitas mesin tidak termasuk dengan total volume dari ruang
pembakaran.
8.
Jelaskan
tentang knocking pada mesin pembakaran dalam, bagaimana mekanismenya!

Topik: Energi Surya dan Angin
1.
Bagaimana
matahari menghasilkan energi?
Menurut para ilmuwan, matahari memproduksi
energinya dengan proses fusi nuklir didalam intinya. Fusi nuklir adalah
penggabungan inti atom untuk membentuk inti atom yang lebih
berat, contohnya seperti yang terjadi di inti Matahari yaitu
penggabungan inti hidrogen menjadi inti helium (atau bisa disebut partikel
alpha).
Inti hidrogen hanya terdiri dari satu proton,
artinya di inti Matahari proton-proton berkeliling kesana-kemari. Lalu
bagaimana dengan elektron? Elektron terlepas dari proton karena suhu inti
Matahari terlalu tinggi untuk mendukung adanya pengikatan elektromagnetik
antara nukleus dan elektron. Kembali ke proton, bagaimana cara proton tersebut
bergabung sementara proton dengan proton tolak menolak?
Hal itu bisa diatasi dengan tekanan. Jika suhu
tinggi, otomatis tekanan tinggi sehingga pada tekanan inti matahari yang
kira-kira 250 miliar kali tekanan permukaan laut Bumi membuat proton bergerak
dengan kecepatan sangat tinggi dan tidak bisa menghindari tabrakan lalu
bergabung. Lalu bagaimana membuat inti helium yang terdiri dari 2 proton dan 2
neutron?
Saat tabrakan, salah satu proton mengeluarkan
positron (antipartikel elektron) dan neutrino sehingga menjadi neutron, proses
ini dilanjutkan dengan tabrakan proton dan neutron lagi sehingga menjadi
nukleus helium.
Tabrakan antar partikel
nukleus itulah yang menghasilkan energi. Energi tersebut muncul dari dalam
proton dan neutron, karena 90% massa proton dan 87.5% massa neutron adalah
energi (sisanya adalah massa quark). Mengapa begitu? Kalau kita lihat rumus
fisika yang diperkenalkan Einstein: E=mc^2, energi dan massa dapat berubah satu
sama lain (energi dapat berubah menjadi massa begitupun sebaliknya). Artinya,
energi yang terkandung dalam sebuah objek sama saja dengan massa dalam objek
itu

2.
Hitunglah
temperatur permukaan matahari berdasarkan persamaan radiasi dan jelaskan
perhitungan Anda itu!


3.
Jelaskan
alat-alat yang digunakan untuk mengubah energi matahari sebagai sumber energi
listrik!
a.
Sistem
fotovoltaik
Panel surya adalah
alat yang terdiri dari sel
surya yang
mengubah cahaya menjadi listrik.
Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol" karena Matahari
merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel surya sering
kali disebut sel photovoltaic,
photovoltaic dapat diartikan sebagai "cahaya-listrik". Sel surya atau
sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi Matahari dan
menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan.


b.
Sistem
konversi fotoelektrokemis

c.
Sistem
penerima terma surya terdistribusi

d.
Sistem
penerima termal surya terkonsentrasi
4. Jelaskan alat-alat yang digunakan untuk mengubah energi
matahari sebagai sumber energi mekanik!
a. Ketel uap
b. Motor bertenaga matahari
5.
Jelaskan
alat-alat yang digunakan untuk mengubah energi matahari sebagai sumber pemanas
air!

energi matahari sebagai sumber pengering

6.
Jelaskan
proses konversi energi pada sistem turbin angin!
Prinsip dasar kerja dari
turbin angin adalah mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar
pada kincir, lalu putaran kincir digunakan untuk memutar generator,
yang akhirnya akan menghasilkan listrik.
Alat2 turbin
angin, yaitu :
1. Gearbox
Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi. Biasanya Gearbox yang digunakan sekitar 1:60.
Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi. Biasanya Gearbox yang digunakan sekitar 1:60.
2. Brake System
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan. Kehadiran angin di luar diguaan akan menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak di atasi maka putaran ini dapat merusak generator. Dampak dari kerusakan akibat putaran berlebih diantaranya : overheat, rotor breakdown, kawat pada generator putus karena tidak dapat menahan arus yang cukup besar.
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan. Kehadiran angin di luar diguaan akan menyebabkan putaran yang cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak di atasi maka putaran ini dapat merusak generator. Dampak dari kerusakan akibat putaran berlebih diantaranya : overheat, rotor breakdown, kawat pada generator putus karena tidak dapat menahan arus yang cukup besar.
3. Generator
Ini adalah salah satu komponen terpenting dalam pembuatan sistem turbin angin. Generator ini dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya, (mengacu pada salah satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC(alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal.
Ini adalah salah satu komponen terpenting dalam pembuatan sistem turbin angin. Generator ini dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya, (mengacu pada salah satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC(alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal.
4. Penyimpan energi
Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu menyimpan sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya pada saat turbin angin berputar kencang atau saat penggunaan daya pada masyarakat menurun. Penyimpanan energi ini diakomodasi dengan menggunakan alat penyimpan energi. Contoh sederhana yang dapat dijadikan referensi sebagai alat penyimpan energi listrik adalah aki mobil. Aki mobil memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup besar. Aki 12 volt, 65 Ah dapat dipakai untuk mencatu rumah tangga (kurang lebih) selama 0.5 jam pada daya 780 watt.
Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu menyimpan sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya pada saat turbin angin berputar kencang atau saat penggunaan daya pada masyarakat menurun. Penyimpanan energi ini diakomodasi dengan menggunakan alat penyimpan energi. Contoh sederhana yang dapat dijadikan referensi sebagai alat penyimpan energi listrik adalah aki mobil. Aki mobil memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup besar. Aki 12 volt, 65 Ah dapat dipakai untuk mencatu rumah tangga (kurang lebih) selama 0.5 jam pada daya 780 watt.
Kendala dalam
menggunakan alat ini adalah alat ini memerlukan catu daya DC (Direct Current)
untuk meng-charge/mengisi energi, sedangkan dari generator dihasilkan catu daya
AC (Alternating Current). Oleh karena itu diperlukan rectifier-inverter untuk
mengakomodasi keperluan ini. Rectifier-inverter akan dijelaskan berikut.
5. Rectifier-inverter
Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusodal(AC) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik. Ketika dibutuhkan daya dari penyimpan energi(aki/lainnya) maka catu yang dihasilkan oleh aki akan berbentuk gelombang DC. Karena kebanyakan kebutuhan rumah tangga menggunakan catu daya AC , maka diperlukan inverter untuk mengubah gelombang DC yang dikeluarkan oleh aki menjadi gelombang AC, agar dapat digunakan oleh rumah tangga.
Rectifier berarti penyearah. Rectifier dapat menyearahkan gelombang sinusodal(AC) yang dihasilkan oleh generator menjadi gelombang DC. Inverter berarti pembalik. Ketika dibutuhkan daya dari penyimpan energi(aki/lainnya) maka catu yang dihasilkan oleh aki akan berbentuk gelombang DC. Karena kebanyakan kebutuhan rumah tangga menggunakan catu daya AC , maka diperlukan inverter untuk mengubah gelombang DC yang dikeluarkan oleh aki menjadi gelombang AC, agar dapat digunakan oleh rumah tangga.
Topik: Turbin Gas dan Turbin Uap
1.
Jelaskan
definisi turbin!
suatu mesin rotari yang berfungsi untuk mengubah energi
aliran fluida menjadi energi gerak yang bermanfaat
2.
Jelaskan
prinsip kerja sistem turbin gas beserta siklus idealnya!
Prinsip kerja dari turbin gas
tidak jauh berbeda dengan turbin-turbin yang lain. Putaran dari rotor turbin,
diakibatkan oleh adanya gas bertekanan yang melewati sudu-sudu turbin. Gas
dengan tekanan tinggi didapatkan dari pembakaran bahan bakar dengan udara,
sesaat sebelum masuk turbin. Ekspansi udara hasil proses pembakaran inilah yang
digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin.
Turbin gas menggunakan udara
atmosfer sebagai media kerjanya. Udara masuk melalui sisi inlet akibat terhisap
oleh kompresor. Kompresor ini berfungsi untuk memampatkan udara hingga mencapai
tekanan tertentu. Biasanya, tekanan di akhir sudu kompresor mencapai 30 kali
tekanan inlet kompresor. Pada sisi akhir kompresor udara bertekanan akan
melewati difuser. Difuser ini berfungsi untuk mendukung kompresor meningkatkan
tekanan udara.



3.
Jelaskan
prinsip kerja sistem turbin uap beserta siklus idealnya!
Turbin uap adalah suatu
penggerak mula yang mengubah energi potensial menjadi energi kinetik dan energi
kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran
poros turbin. Poros turbin langsung atau dengan bantuan elemen lain,
dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Tergantung dari jenis mekanisme
yang digerakkan turbin uap dapat digunakan pada berbagai bidang industri,
seperti untuk pembangkit listrik.

4.
Apa
perbedaan turbin gas dan uap?
Turbin gas bekerja pada siklus Bryton sedangkan turbin uap bekerja siklus Rankine. Konstruksi, pengoperasian turbingas sangat berbeda dengan turbin uap. Turbin gas memiliki kompresor untuk memampatkan udara pembakaran,ruang bakar untuk membakar bahan bakar dan bagian turbin untuk mengekstrak pekerjaan untuk pembakaran bahan bakar. Turbin uap hanya memiliki bagian turbin untuk mengekstrak kerja dari uap.
5.
Uap
adalah gas. Mengapa ada turbin gas dan uap? Mengapa tidak disebut turbin gas
saja semuanya?
Pada turbin gas sebenarnya berupa udara yang dimampatkan
untuk proses pembakaran
Sedangkan pada turbin uap terjadi proses penguapan air yang
kemudian uap tersebut digunakan untuk mendorong sudu2 pada turbin.
6.
Jelaskan
cara menaikkan efisiensi sistem turbin gas!
Ada
beberapa cara untuk meningkatkan efisiensi dari Siklus Brayton, seperti
meningkatkan rasio tekanan, regenerasi kalor (panas) gas keluaran turbin,
memanfaatkan panas yang keluar untuk menghangatkan ruangan dalam sistem
Combined Heat and Power (CHP), atau menggabungkan Siklus Brayton dan Siklus
Rankine dengan metode cogeneration atau Combined Cycle Gas Turbine (CCGT). Pada
metode cogeneration, gas panas keluaran dari turbin masuk ke heat exchanger
untuk disalurkan kalornya ke tempat lain, yaitu air pada siklus rankine.

Siklus tambahan pada
metode cogeneration adalah siklus rankine, siklus yang menggunakan uap untuk
memutar turbin yang dihubungkan dengan generator listrik (steam turbine). Uap
diputar dalam siklus itu, dimana awalnya air dipompa hingga mencapai tekanan
tertentu, kemudian air dialirkan melewati boiler sehingga terjadi penguapan
hingga ke fasa superheated steam, kemudian superheated steam itulah yang akan
digunakan untuk memutar turbin, yang kemudian akan memutar generator dan juga
menghasilkan listrik. Output dari turbin ini kemudian akan masuk ke condenser
untuk dikondensasikan menjadi air, untuk kemudian diputarkan lagi.
Dengan adanya siklus
ini, efisiensi dari siklus Brayton yang (kalau tidak salah) berada di kisaran
30-35% dapat meningkat hingga ke efisiensi 50-60%

7.
Jelaskan
cara menaikkan efisiensi sistem turbin uap!

Reheater Pada Siklus Rankine
Cara pertama adalah dengan menggunakan dua turbin uap (High Pressure dan Low Pressure) yang keduanya berada pada satu poros. Uap air yang keluar dari turbinHigh Pressure masuk kembali ke boiler untuk dipanaskan kembali menjadi uap superheat. Setelah itu uap air tersebut kembali masuk ke turbin uap Low Pressure. Dari turbin kedua ini uap air masuk ke kondensor. PLTU modern sudah banyak menggunakan tiga atau bahkan 4 turbin uap, yaitu High Pressure Turbine, Intermediate Pressure Turbine, dan Low Pressure Turbine. Uap airreheater masuk kembali ke turbin intermediate pressure, selanjutnya tanpa mengalami reheater lagi uap air yang keluar dari intermediate pressure turbine masuk ke low pressure turbine.
Cara pertama adalah dengan menggunakan dua turbin uap (High Pressure dan Low Pressure) yang keduanya berada pada satu poros. Uap air yang keluar dari turbinHigh Pressure masuk kembali ke boiler untuk dipanaskan kembali menjadi uap superheat. Setelah itu uap air tersebut kembali masuk ke turbin uap Low Pressure. Dari turbin kedua ini uap air masuk ke kondensor. PLTU modern sudah banyak menggunakan tiga atau bahkan 4 turbin uap, yaitu High Pressure Turbine, Intermediate Pressure Turbine, dan Low Pressure Turbine. Uap airreheater masuk kembali ke turbin intermediate pressure, selanjutnya tanpa mengalami reheater lagi uap air yang keluar dari intermediate pressure turbine masuk ke low pressure turbine.
Dari modifikasi ini dapat kita tambahkan dalam
hitungan efisiensi termal siklus energi panas masuk pada saat reheater (Qin reheater) serta
output kerja pada turbin low pressure (WLPT out). Sehingga nilai kalor total yang masuk ke
fluida kerja adalah:
Qtotal = Qin boiler + Qin reheater
Qtotal = m(h3 – h1) + m(h5 – h4)
Qtotal = m(h3 – h1) + m(h5 – h4)
Sedangkan nilai kerja output keluar total
adalah:
Wout total = WHPT out + WLPT out
Wout total = m(h3 – h4) + m(h6 – h5)
Wout total = m(h3 – h4) + m(h6 – h5)
Penambahan penggunaan satu tahap reheat akan meningkatkan efisiensi termal siklus
rankine sebesar 3-4%, penambahan dua tahap reheater menaikkan
efisiensi sebesar 1,5-2%, penambahan tiga tahap reheater menaikkan
efisiensi sebesar 0,75-1%, dan begitu seterusnya. Akan tetapi umumnya hanya
dipergunakan satu tahap reheater saja.
Heat Exchanger yang
digunakan pada Siklus Rankine
dengan Regenerative Open Feed Water Heater
dengan Regenerative Open Feed Water Heater

Diagram T-S Siklus Rankine
dengan Regenerative Open Feed Water Heater
dengan Regenerative Open Feed Water Heater

Siklus
Rankine dengan Regenerative Close Feed Water Heater

Diagram
T-S Siklus Rankine
dengan Regenerative Close Feed Water Heater
dengan Regenerative Close Feed Water Heater

Free Ebook Peningkatan
Efisiensi Siklus Rankine:
1. Thermodynamics
2. Modification of Rankine Cycle
3. Regenerative Rankine Cycle
4. Regenerative Rankine Cycle
1. Thermodynamics
2. Modification of Rankine Cycle
3. Regenerative Rankine Cycle
4. Regenerative Rankine Cycle
Tidak ada komentar:
Posting Komentar