Gambar
1. Pemandangan Desa Rejowinangun
Dusun mutian adalah
salah satu dusun yang ada di desa Rejowinangun, kecamatan Kemiri, kabupaten
purworejo,propinsi jawa tengah. Terletak di bagian barat desa rejowinangun.
Yang luas tanahnya sekitar 20.000 m2, yang dihuni oleh kurang lebih
35 KK dan 160 jiwa. Rejowinangun adalah desa yang terdiri dari 5 rukun warga
(RW),yaitu RW 01 sampai dengan RW 05. Desa Rejowinangun mempunyai beberapa
dusun –dusun yaitu: Dusun Tumenggungan, Dusun Mutian, Dusun Dukuh Lor, Dusun
Jetis, Dusun Kaligujih Kulon, Dusun Kaligujih Tengah, Dusun Kaligujih Wetan dan
Dusun Sempu. Desa Rejowinangun saat ini dihuni lebih dari 1.500 jiwa .
Dusun mutian terdapat
masjid “AL-IKHLAS” yang didirikan pada tahun 1978 M, yang dahulu dipimpin oleh
Kiyai shobihan dan sekarang dipimpin oleh anaknya yaitu Kiyai Mukhlas.
Dusun mutian terdapat
pemakaman umum yang terdapat tidak jauh dari masjid Al-ikhlas yaitu sekitar 200
m disebelah barat daya. Pemakaman tersebut sudah sejak lama tidak dipakai lagi
karena kapasitas nya sudah penuh dan posisinya berada di tengah-tengah hunian
warga. Sehingga pemakaman umum dialihkan ke daerah hutan yang jauh dari
pemukiman warga dusun mutian yaitu
disebelah utara dusun dukuh lord an sebelah timur dusun ngemplak.
Semua warga dusun
mutian masih mempunyai hubungan saudara antara yang satu dengan yang lain atau
masih satu garis keturunan.
Sesepuh warga dusun
mutian antara lain: Kasbullah, Khasan Adipuro, Hasyim, Abdullah Umar, Abdullah
Iman, Musi, Judi, sholihin, Jalal.
Sesepuh dusun tumenggungan antara lain:
Tumenggung Singo Gati, Tumenggung Singo Kerti, Joyo sukarto,Tirto Dimejo,Karso,
Iswandi, siti khalimah, Mangun Dimejo, Sayuti, Khoirudin .
Konon ceritanya Dusun Mutian
diambil dari kata “putih” yang berarti bersih. Warga dusun mutian dahulu
mempunyai jiwa pejuang yang tinggi dan didasari akhlak yang mulia serta
mempunyai ajaran islam yang kuat karena dahulu banyak yang mondok di
pesantren-pesantren, seperti di pesantren Al-Iman Bulus ,Gebang ,Purworejo.
Berkaitan dengan jiwa
pejuang yang tinggi maka ada salah satu dari orang dusun mutian yang ikut
berjuang melawan penjajahan Belanda
hingga dikirim ke Mataram (Jogjakarta). Karena itu maka dari pihak mataram
memberi hadiah kepada orang tersebut (belum jelas namanya) berupa tanah mutian.
Warga dusun mutian
orang tuanya kalau siang bekerja di sawah atau di kebun bahkan dihutan
anak-anaknya sekolah, dan apabila malam
yaitu belajar membaca Alqur’an (mengaji) baik orang tua maupun anak-anaknya.
Dahulu belajar mengaji
diterangi dengan lampu teplok atau lampu petromak. Sejak tahun 1994 listrik PLN
masuk ke dusun mutian atau Desa Rejowinagun umumnya. Belajar mengaji dibimbing
oleh guru-guru yang ikhlas tidak minta imbalan apapun dari muridnya kecuali
hanya minta keridhoan dari Alloh SWT. Mudah-mudahan amal baik guru-guru kita
mendapatkan pahala yang besar dari Alloh SWT, dan ditempatkan di surganya Alloh
SWT,,,,,aamiin.
Ada satu hal yang luar
biasa ketika ada Peringatan Hari Besar
Islam seperti Idul Fitri maupun Idul Adha sejak seminggu sebelum hari
“H” sudah ditetepkan oleh seorang imam masjid yaitu Kiyai Mukhlas. Walaupun
pihak pemerintah belum mengumumkan hal tersebut
keputusan dari imam sudah tidak akan berubah walaupun tidak sama. Tetapi
keputusan yang ditetepkan dari imam masjid selalu sama . Dan keputusan tersebut
dipakai oleh warga Rejowinangun pada
umumnya . sehingga biasanya idul fitri dan idul adha selalu bareng se-
Rejowinangun.
Desa Rejowinangun Yang terletak berbatasan langsung dengan desa-desa lain di kecamatan kemiri
antara lain:
Disebelah
selatan berbatasan dengan desa kroyolor
Disebelah
barat berbatasan dengan desa samping
Disebelah
utara berbatasan dengan desa wanurojo
Disebelah
timur berbatasan dengan desa kalimeneng kulon
Gambar
2. Peta Kabupaten Purworejo
Gambar
3. Peta Kecamatan Kemiri
Kecamatan kemiri
terdiri dari 40 desa yaitu : Bedono Kluwung · Bedono Pageron · Dilem · Gedong · Gesikan · Girijoyo · Girimulyo · Gunungteges · Jatiwangsan · Kaliglagah · Kalimeneng · Kaliurip · Kapiteran · Karangduwur (Bedono) ·Karangluas · Kedung Pomahan Kulon·KedungPomahanWetan · Kedunglo · KemiriKidul · KemiriLor · Kerep · KroyoKulon · Kroyolor · Loning · Paitan · Purbayan · Rebug · Rejosari ·Rejowinangun · Rowobayem · Samping · Sidodadi · Sokogelap · Sutoragan · Turus · Waled · Wanurojo · Winong · Wonosari , Wonosuko
Dahulu Orang
Rejowinangun mayoritas pekerjaannya adalah sebagai petani dan peternakan.
Bertani pun semula hanya bercocok tanam
padi, jagung, kedelai. Tetapi sekarang lain yaitu mengelola pembibitan ,mulai
dari bibit untuk hasil batang pohon sampai bibit buah bahkan ada juga bibit
bunga-bungaan.misalnya seperti bibit
albasia/ sengon, bibit mahoni, bibit jati, bibit cengkeh, bibit buah
manggis,durian dan bibit bunga palm, pohon beringin dan lain-lain. Pembibitan
ini dimulai sejak tahun 1990-an oleh orang
mutian (salah satunya) karena ada program reboisasi dari pihak pemerintahan
dalam hal ini adalah tingkat kecamatan.
Kenapa masyarakat
Rejowinangun memilih pembibitan karena penghasilannya jauh lebih tinggi
disbanding hanya bercocok tanam padi. Pembibitan biasanya dimulai musim kemarau
dan sudah diperkirakan sekitar 3 bulan lagi akan hujan. Sebab umur bibit
albasia misalnya dari mulai tanam isi sampai umur 3 bulan tingginya sudah
mencapai kurang lebih 80 cm – 100 cm dan siap untuk ditanam. Apabila terlalu
tinggi maupun terlalu pendek biasanya bibit akan mudah mati ketika ditanam.
Hingga sekarang
masyarakat Desa Rejowinangun menekuni pembibitan. Yang penjualannya sudah
banyak keberbagai kota besar di Indonesia. Seperti Semarang,Wonosobo, Magelang,
Jogjakarta,Banjar Negara, Ciamis ,Purwokerto, Bogor, Banten dan lain
sebagainya. Setiap tahunnya penjualan bibit hingga mencapai jutaan tanaman
bibit.
Dari situlah masyarakat
Desa Rejowinangun makin maju,dan berkembang. Khususnya dusun Mutian saat ini
rumahnya bagus-bagus, kendaraannya motor, mobil dan Alhamdulillah sudah banyak
yang berangkat haji. Itu bertanda bahwa islam di warga dusun mutian sudah melekat
dan kuat tidak tergerus oleh jaman.
Mungkin itu artikel saya , masih banyak kekurangan didalamnya dan apabila ada kesalahan
mohon dimaafkan . Terima kasih.
Wassalam.
Wassalam.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar